Buku ini membicarakan dan membahasa sekilas tentang dakwah disertai pendidikan ruhiyah, dilihat dari kacamata tarekat. Meskipun tidak semua aliran tarekat yang dikembangkan dalam tulisan ini, namun secara spesifik menggambarkan suasana perkembangan dan pertumbuhan tarekat dalam memberikan pendidikan ruhiyah bagi masyarakat, terutama umat Islam di daerah atau di desa-desa. Dakwah dan pendidikan berbasis spritual merupakan istilah yang baru dalam kehidupan masyarakat modern, bahkan termasuk dalam lembaga akademik. Meskipun dalam perjalannya, konsentrasi dan keseriusan dari kalangan sufi yang tergabung dalam pelbagai tarekah, dapat dengan sukses meyakinkan bahwa betapa pentingnya pengayaan dan melestarikan budaya Islam untuk memperkuan energi ruhiyahnya.
Secara umum pengetahuan tentang tarekat sudah dikenali dan diketahui, dimana selama ini dijelaskan bahwa, Tharīqah adalah salah satu istilah yang wujud pada aliran-aliran tasawuf atau sufisme Islam. Bila dilihat dari bahasa tarekat berarti “jalan” atau “metode”, dan secara konseptual berarti “jalan kering di tengah laut” ini juga di anggap “merujuk kepada sebuah ayat dalam Alquran”: “Dan sungguh, telah Kami wahyukan pada Musa, ‘Tempuhlah perjalanan di malam hari bersama para hamba-hamba-Ku, [dan] buatlah untuk mereka jalan kering di tengah laut’.” (Q.S. Thāhā [20]: 77). Dalam tradisi tarekat, untuk mentranferkan pengetahuan kepada jama’ah atau murid yang dikenal sebagai Mursyid. Mursyid inilah yang menuntun dan memandu jama’ah atau muridnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui mursyid pula para jama’ah serta murid mampu memasuki dan menempuh jalan menuju Tuhan.




Reviews
There are no reviews yet.