Menurut koenjraningrat menjelaskan bahwa tradisi adalah unsur budaya yang terus dipertahankan oleh suatu masyarakat dan diwariskan dari satu generasi kegenerasi berikutnya. Tradisi jawa memiliki kekayaan budaya yang beragam mencakup berbagai aspek kehidupan seperti upacara keagaman, peristiwa sosial,dan adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun, dan tradisi jawa sangat lah beraneka ragam macamnya seperti sakaten(pringatan hari lahir nabi Muhammad.S.A.W), ruwutan (upacara pembersihan diri/tolak balak), tadhek siten (peringatan saat anak berusia 7 bulanan), mitoni (peringatan saat kehamilan 7 bulan) slametan (doa bersama) dan perhitungan weton (tradisi perhitungan hari lahir sebelum pernikahan dan setelah pernikahan).
Tradisi Weton merujuk pada sistem kalender Jawa yang didasarkan pada pertemuan antara hari-hari dalam kalender masehi (7 hari dalam seminggu) dan kalender pasaran Jawa (5 hari dalam seminggu). Weton sering digunakan untuk berbagai kegiatan budaya dan keagamaan, termasuk menentukan hari baik untuk pernikahan, memulai usaha, dan bahkan menghitung kecocokan jodoh. Dalam konteks pernikahan, masyarakat Jawa mempercayai bahwa weton kedua mempelai dapat mempengaruhi nasib pernikahan mereka.
Perhitungan ini melibatkan pertimbangan hari lahir kedua mempelai dalam kalender Jawa, dan dari sana diprediksi apakah kombinasi weton mereka dianggap baik, netral, atau buruk untuk pernikahan. Tradisi ini tidak hanya digunakan dalam pernikahan tetapi juga dalam berbagai kegiatan kehidupan sehari-hari lainnya di masyarakat Jawa. Meski demikian, pengaruh tradisi weton ini lebih bersifat kultural dan tidak berkaitan langsung dengan ajaran agama formal seperti Islam. Namun, praktik ini tetap dipertahankan di beberapa komunitas yang memegang teguh adat istiadat Jawa




Reviews
There are no reviews yet.