Perilaku seksual pranikah adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat yang dilakukan oleh dua orang, pria dan wanita di luar perkawinan yang sah. Dampak yang terjadi dari perilaku seksual pranikah ada dampak psikologis, dimana dari dampak tersebut mengakibatkan rasa bersalah, mudah marah dan depresi yang berlebihan karena perilaku tersebut. Selain dampak psikologis, seseorang yang melakukan seks pranikah juga mengalami dampak dari masyarakat atau lingkungan tempat tinggalnya. Akibatnya adalah dikucilkan dari masyarakat, dan jika masih sekolah bisa putus sekolah karena melanggar aturan di salah satu institusi. Di sisi lain, dampak kepada orang tua atau keluarga adalah mencemarkan nama baik keluarga dan orang tuanya dipandang gagal dalam mendidik anaknya. Disamping itu, seks pranikah juga memiliki dampak yang serius terhadap masa depannya yaitu kehamilan yang tidak diinginkan dan belum merasa siap secara fisik, mental dan sosial ekonomi sehingga calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil, sulit mengharapkan adanya kasih sayang yang tulus dan kuat, sehingga masa depan anak bisa saja terlantar dan cenderung mengakhiri kehamilannya dengan cara aborsi yang tidak aman. Selain itu dampak lainnya adalah Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV – AIDS sebab dalam perilaku seks pranikah, seseorang dapat bergonta – ganti pasangan karena belum memiliki ikatan yang sah (Afrilia, Musa and Nurpasila, 2019).
Seks pranikah adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan tanpa ikatan perkawinan. Perilaku seks pranikah itu merupakan kecenderungan remaja untuk melakukan hal – hal yang makin dalam untuk melibatkan dirinya dalam hubungan fisik antar remaja yang berlainan jenis. Perilaku seksual yang sehat dilakukan. ditempat pribadi dalam ikatan yang sah menurut hukum. Remaja melakukan berbagai macam perilaku seksual beresiko yang terdiri atas tahapan – tahapan menurut teori Kinsey yang membagi perilaku seksual pranikah yang beresiko dimulai dari tahap bersentuhan (Touching), berciuman (Kissing), bercumbuan (Petting), berhubungan kelamin (Seksual Intercourse). Perilaku seksual pranikah pada remaja ini pada akhirnya dapat mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan remaja itu sendiri (Afrilia, Musa and Nurpasila, 2019).
Pergaulan bebas di kalangan remaja sangat mengkhawatirkan. Remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani mengambil risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan matang.Rasa ingin tahu tersebut dihadapkan pada ketersediaan sarana disekitarnya yang dapat memenuhikeingintahuannya Pergaulan remaja modern, remaja berusaha mendapatkan keinginannya untuk merasakan seluruh tawaran dunia seperti, pergaulan bebas maupun masalah seks dan mereka bisa mendapatkannya dengan mudah. Sampai saat ini masalah seksualitas selalu menjadi topik menarik yang selalu dibicarakan. Hal ini disebabkan masih minimnya pengetahuan pada sebagian besar orang khususnya remaja dan dewasa muda (Bachruddin, Kalalo and Kundre, 2019).




Reviews
There are no reviews yet.