Sebagai pendidik dan pendamping guru PAUD, saya terlalu sering menyaksikan hal yang sama terjadi berulang kali:
- Anak yang sebenarnya mampu, tetapi berhenti mencoba;
- Guru yang sebenarnya peduli, tetapi kehabisan tenaga;
- dan ruang belajar yang tanpa sadar lebih sibuk mengejar hasil daripada merawat proses.
Saya menulis buku ini bukan karena guru-guru kita kurang kompeten. Justru sebaliknya—buku ini lahir karena saya percaya, Bapak dan Ibu Guru adalah sosok-sosok yang sangat mampu, tetapi sering kali berjalan sendirian di tengah tuntutan administratif, ekspektasi hasil, dan tekanan untuk selalu “berhasil”.
Bertahun-tahun saya bergelut dengan pelatihan, asesmen, penelitian, dan pendampingan mutu PAUD. Namun semakin lama, saya menyadari satu hal penting:
perubahan paling mendasar dalam pendidikan anak usia dini tidak dimulai dari kurikulum, metode, atau alat ajar—melainkan dari cara kita memandang anak, kesalahan, dan diri kita sendiri.
Di situlah saya menemukan Growth Mindset bukan sebagai konsep populer, tetapi sebagai bahasa batin yang menguatkan.
Bahasa yang mengizinkan anak berkata, “Aku belum bisa” tanpa merasa gagal. Bahasa yang mengizinkan guru berkata, “Aku sedang belajar” tanpa merasa tidak pantas.
Buku ini saya tulis sebagai teman duduk di samping Ibu Guru—bukan sebagai suara yang menggurui. Isinya bukan kumpulan teori yang menuntut sempurna, melainkan praktik kecil yang bisa dilakukan besok pagi, bahkan saat energi Ibu tidak penuh.
Jika melalui buku ini seorang guru menjadi sedikit lebih sabar pada anak yang menyerah, sedikit lebih lembut pada dirinya sendiri saat gagal, dan sedikit lebih berani memberi ruang bagi proses – maka tujuan buku ini telah tercapai.




Reviews
There are no reviews yet.